Kita tidak bisa melupakan orang-orang yang pernah kita temui. Bahkan seseorang yang hanya kita lihat secara sekilas, seperti pedagang yang tidak sengaja kita lihat saat hendak mencari toko tujuan dalam keramaian pasar. Paling tidak, alam bawah sadar kita yang tidak pernah melupakan wajah-wajah asing itu.
Sekalipun kita mengingat mereka tanpa nama, bukan masalah, kan? Toh sebagian besar dari mereka tidak akan kita temui lagi. Mereka hanya akan menjadi pemeran sampingan dalam mimpi-mimpi kita di tengah gelapnya malam.
Tapi bagaimana jika kau terus menerus bertemu lagi dengan seseorang dari orang-orang itu? Bukan di alam mimpi, tetapi benar-benar muncul di depanmu? Saat makan siang? Di antara padatnya kegiatan? Bagaikan lagu baru yang liriknya tidak bisa kau pahami : awalnya, kau hanya menikmatinya sekilas, namun, setelah itu melodinya terus menghantuimu. Kau ingin bernyanyi, tapi yang bisa kau lakukan hanya bersenandung. Lalu kau mencoba untuk memikirkan lagu lain, yang lebih familiar. Wah, tapi melodi itu terus kembali dalam benakmu. Kata orang, lagu itu sudah menjadi Earworm.
人は虫になることができるの?
Kemudian kamu menjadi semakin penasaran. Kalau hanya lagu, kau bisa merekamnya saja dan menyebarkannya ke teman-temanmu. Mereka akan menjawabnya. Yah, mungkin banyak dari mereka yang akan bercanda dan memberimu jawaban seperti “Danude-Sandstorm” atau “Vitas-7th Element”. Tapi percayalah, diantara jawaban-jawaban itu pasti ada satu yang membawamu ke judul lagu yang terus menghantuimu itu.
Tapi, bagaimana dengan orang? Ketika tidak ada seorangpun dari temanmu yang kenal dengannya. Satu-satunya cara adalah dengan bertanya langsung. Tapi, apakah kamu benar-benar ingin tahu?
本当にきになるの?
Benar kamu mau menjadi pohon?
Benar kamu mau menjadi pohon?
No comments:
Post a Comment